PTRP Goes to Malaysia 2025: Mempelajari Transformasi Desa dan Wilayah di KKDW Malaysia

PUTRAJAYA, MALAYSIA – Program Studi Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan (PTRP) Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro melanjutkan rangkaian kegiatan internasionalnya dengan mengunjungi Kementerian Kemajuan Desa dan Wilayah (KKDW) Malaysia pada Senin (27/10/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda besar “PTRP Goes to Malaysia 2025” yang bertujuan memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai integrasi perencanaan wilayah.

Mengangkat subtema “Rural Area Transformation Considering Sustainable Socio-Economic Aspects in Malaysia,” kegiatan ini fokus pada bagaimana Malaysia melakukan modernisasi infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi di wilayah perdesaan. Sebanyak 83 mahasiswa angkatan 2022 hadir dalam kunjungan ini dengan didampingi oleh tiga dosen pendamping: Ibu Dr. Ir. Intan Muning Harjanti, S.T., M.T., Bapak Syachril Warasambi Mispaki, S.T., M.Eng., dan Bapak Ardyan Satria Putra Pratama, S.T., M.T.

Modernisasi dan Inovasi Desa

Dalam sesi utama, pejabat KKDW memaparkan strategi komprehensif Malaysia dalam melakukan transformasi sosial masyarakat desa secara inklusif. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi:

  • Kebijakan Nasional Pembangunan Perdesaan: Strategi besar dalam memperkuat struktur ruang wilayah.

  • Good Village Governance: Penerapan mekanisme tata kelola desa yang mengedepankan transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas.

  • Digitalisasi Desa: Penggunaan teknologi digital dan inovasi sosial untuk mendongkrak kesejahteraan ekonomi komunitas lokal.

  • Monitoring & Evaluasi: Penjelasan mengenai sistem pengawasan pembangunan desa yang terukur dan berkelanjutan.

Pembelajaran untuk Ibu Kota Nusantara (IKN)

Kunjungan ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa mengenai hubungan antara pembangunan desa, tata guna lahan, dan dinamika perencanaan wilayah dalam skala internasional. Wawasan mengenai strategi pembangunan perdesaan yang terintegrasi ini menjadi sangat relevan sebagai studi komparatif bagi Indonesia, terutama dalam memastikan desa-desa di sekitar wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) tetap kuat dan mandiri sebagai bagian dari struktur ruang nasional.

Melalui diskusi interaktif dan studi kasus yang dipaparkan, para calon perencana dari PTRP Undip diharapkan mampu mengadaptasi model-model pemberdayaan ekonomi dan pengelolaan wilayah yang efektif untuk diterapkan di tanah air, guna menciptakan sinkronisasi antara kawasan perkotaan yang maju dan perdesaan yang berdaya saing.