Dukung Penyusunan RDTR, Mahasiswa PTRP Undip Paparkan Profil Wilayah Kecamatan Teras Boyolali

BOYOLALI – Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan (PTRP) Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro sukses menyelenggarakan pemaparan hasil studi Profil Wilayah Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, pada November 2025. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kecamatan Teras ini merupakan bagian dari implementasi Project-Based Learning pada mata kuliah Studio Perencanaan Tata Ruang.

Pemaparan ini menjadi sangat strategis karena bertepatan dengan momentum penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang sedang berjalan di Kecamatan Teras. Dokumen yang disusun mahasiswa diharapkan dapat memberikan perspektif tambahan berbasis data lapangan yang akurat.

Analisis Komprehensif: Industri hingga Minapolitan

Dalam paparannya, mahasiswa menyajikan hasil analisis spasial serta observasi lapangan yang mencakup aspek fisik, sosial, ekonomi, hingga regulasi pemanfaatan ruang. Fokus utama pembahasan tertuju pada beberapa isu strategis dan sektor unggulan Kecamatan Teras, antara lain:

  • Pengembangan Sektor Industri: Menata kawasan industri agar selaras dengan lingkungan.

  • Sektor Perdagangan dan Jasa: Optimalisasi ruang untuk penguatan ekonomi lokal.

  • Potensi Minapolitan: Pengembangan perikanan budidaya sebagai sektor andalan.

  • Pariwisata: Identifikasi potensi wisata baru, khususnya di wilayah Sub Wilayah Perkotaan (SWP) B bagian selatan.

 

Apresiasi dan Masukan dari Pemerintah Kecamatan

Kepala Seksi Perencanaan Pembangunan dan Pekerjaan Umum Kecamatan Teras, Bapak Kadar, memberikan apresiasi atas kontribusi pemikiran para mahasiswa. Beliau menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dan ekologi.

“Perencanaan tata ruang yang baik harus memperhatikan kondisi ekologis lingkungan serta mendukung pengembangan ekonomi wilayah. Hasil paparan mahasiswa ini dapat menjadi masukan dalam penyusunan RDTR Kecamatan Teras. Selain itu, wilayah SWP B bagian selatan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan pariwisata,” ungkap Bapak Kadar.

Mengasah Profesionalitas Calon Perencana

Kunjungan dan pemaparan ini tidak hanya mengasah kemampuan teknis mahasiswa dalam penyusunan dokumen tata ruang, tetapi juga melatih keterampilan komunikasi publik di hadapan pemangku kepentingan (stakeholders).

Dosen pengampu mata kuliah Studio PTRP menyatakan bahwa pengalaman ini sangat berharga agar mahasiswa memahami bahwa perencanaan ruang bukan sekadar teori di kelas, melainkan proses dinamis yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah.

Melalui semangat kolaboratif ini, diharapkan hasil kajian mahasiswa PTRP Undip dapat memperkaya khazanah data perencanaan di Kabupaten Boyolali sekaligus mencetak calon perencana yang peka terhadap potensi dan kearifan lokal.