BOYOLALI – Terletak di ujung utara Kabupaten Boyolali, Kecamatan Juwangi menjadi fokus kajian mendalam mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan (PTRP) Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro. Pada Senin (24/11/2025), bertempat di Kantor Kecamatan Juwangi, tim mahasiswa memaparkan hasil studi Profil Wilayah di hadapan jajaran perangkat kecamatan.
Kegiatan diawali dengan penayangan video profil yang secara visual menggambarkan karakteristik unik wilayah Juwangi, mulai dari bentang alam hingga potensi strategisnya sebagai gerbang utara Boyolali.
Integrasi Layanan Kesehatan dan Tantangan Inovasi Pertanian
Dalam sesi diskusi yang dinamis, perangkat Kecamatan Juwangi memberikan masukan berharga mengenai pemutakhiran data fasilitas publik. Tercatat adanya peningkatan signifikan pada fasilitas kesehatan serta berkembangnya program pemerintah yang fokus pada pelayanan kesehatan masyarakat perdesaan di Juwangi.
Di sektor agrikultur, studi mahasiswa menyoroti komoditas pisang sebagai potensi unggulan wilayah. Namun, ditemukan tantangan nyata berupa keterbatasan inovasi masyarakat dalam mengolah dan mengoptimalkan nilai tambah produk pertanian tersebut. Hal ini menjadi catatan penting bagi tim perencana untuk merumuskan strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat yang lebih kreatif di masa depan.
Stasiun Telawa: Ikon Strategis yang Membutuhkan Aksesibilitas
Salah satu poin utama dalam pemaparan tata ruang Juwangi adalah keberadaan Stasiun Telawa. Sebagai ikon wilayah dengan lokasi yang sangat strategis, Stasiun Telawa memiliki potensi besar untuk meningkatkan daya tarik kecamatan.
Namun, mahasiswa dan perangkat kecamatan sepakat bahwa faktor aksesibilitas masih menjadi kendala utama. Diperlukan peningkatan kualitas infrastruktur jalan secara masif agar kawasan strategis ini lebih mudah dijangkau, sehingga mampu memicu pertumbuhan ekonomi dan mobilitas penduduk secara berkelanjutan.
Sinergi untuk Pengembangan Wilayah Berkelanjutan
Pemaparan ini menjadi momentum penting dalam mengintegrasikan data lapangan dengan kajian akademik. Melalui masukan langsung dari praktisi di kecamatan, mahasiswa PTRP dapat mempertajam analisis mereka terkait pengembangan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
“Juwangi memerlukan perhatian khusus mengingat posisinya yang jauh dari pusat kabupaten. Perencanaan yang kami susun diarahkan untuk memperkuat konektivitas dan kemandirian ekonomi masyarakat lokal,” ujar salah satu perwakilan tim penyusun.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi Pemerintah Kecamatan Juwangi dan Kabupaten Boyolali dalam mengambil kebijakan pembangunan yang lebih terarah, inklusif, dan berbasis pada potensi lokal.