KUALA LUMPUR – Program Studi Sarjana Terapan Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan (PTRP) Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro melakukan kunjungan teknis ke Jabatan Ukur dan Pemetaan Malaysia (JUPEM) pada Senin (27/10/2025). Kunjungan ini merupakan bagian penting dari rangkaian Kuliah Kerja Lapangan (KKL) internasional “PTRP Goes to Malaysia 2025” untuk mendalami dukungan teknis pemetaan dalam pembangunan skala nasional.
Mengangkat tema “The Dynamics of Capital City Relocation from a Technical Support Perspective: A Case Study of Putrajaya Mapping”, kunjungan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai modernisasi sistem pemetaan nasional Malaysia.
Modernisasi Kadaster dan Sistem Geospasial
Rombongan yang terdiri dari 83 mahasiswa angkatan 2022 dan tiga dosen pendamping (Dr. Intan Muning Harjanti, S.T., M.T.; Bapak Syachril Warasambi Mispaki, S.T., M.Eng.; serta Bapak Ardyan Satria Putra Pratama, S.T., M.T.) mempelajari beberapa keunggulan sistem yang dikelola JUPEM, antara lain:
-
Sistem Kadaster Digital: Pengelolaan batas tanah yang akurat menggunakan Sistem Torrens dan database kadaster digital yang terintegrasi.
-
Geodetik Nasional (GDM2000): Penggunaan sistem koordinat nasional yang kompatibel dengan teknologi GNSS modern untuk menjamin konsistensi data.
-
Platform MyGDI: Keberhasilan JUPEM dalam membangun infrastruktur data spasial yang memungkinkan berbagi data topografi dan citra udara antar lembaga pemerintah secara efisien.
Peran Vital JUPEM dalam Pembangunan Putrajaya
Dalam sesi diskusi, terungkap bahwa JUPEM memegang peran strategis dalam pembangunan Putrajaya melalui penyediaan data dasar geospasial untuk perencanaan kota, penetapan batas tanah untuk legalitas pembangunan, serta pengembangan GIS untuk pengelolaan infrastruktur. Kolaborasi ketat antara JUPEM dengan lembaga perencana memastikan setiap tahap konstruksi memiliki akurasi posisi yang tinggi.
Relevansi bagi IKN dan Pertanahan di Indonesia
Dr. Intan Muning Harjanti menyampaikan bahwa wawasan dari JUPEM sangat relevan untuk diadaptasi di Indonesia. “Pembelajaran dari JUPEM, terutama mengenai integrasi peta bidang tanah dengan peta dasar serta dukungan geospasial melalui teknologi tinggi, dapat menjadi referensi penting bagi percepatan PTSL dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Indonesia,” ujarnya.
Melalui kunjungan ini, mahasiswa PTRP Undip diharapkan mampu memahami betapa pentingnya dukungan data geospasial yang akurat dan terintegrasi sebagai fondasi utama dalam setiap perencanaan tata ruang dan pengembangan wilayah yang berkelanjutan.
