PUTRAJAYA – Program Studi Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan (PTRP) Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro melanjutkan agenda internasionalnya dengan mengunjungi PLANMalaysia (Jabatan Perancangan Bandar dan Desa) pada Rabu (29/10/2025). Kunjungan ini merupakan bagian krusial dari rangkaian “PTRP Goes to Malaysia 2025” yang berfokus pada teknis perencanaan kota baru.
Mengusung subtema “Aspek Perencanaan Kota Baru”, kunjungan ini bertujuan memberikan perspektif mendalam mengenai peran PLANMalaysia sebagai lembaga nasional penyusun kebijakan tata ruang di Malaysia, serta bagaimana mereka menerjemahkan visi besar ke dalam aksi lokal.
Filosofi Intelligent Garden City Putrajaya
Sebanyak 41 mahasiswa angkatan 2022 didampingi oleh Bapak Syachril Warasambi Mispaki, S.T., M.Eng. dan Bapak Ardyan Satria Putra Pratama, S.T., M.T. diterima secara resmi oleh pejabat PLANMalaysia. Dalam sesi utama, para mahasiswa mendapatkan paparan komprehensif mengenai:
-
Konsep Intelligent Garden City: Filosofi di balik pembangunan Putrajaya yang menyeimbangkan antara teknologi canggih dan kelestarian alam.
-
National Physical Plan (NPP): Mekanisme penyusunan rencana fisik nasional Malaysia dan cara pengintegrasiannya pada skala kota.
-
Zonasi dan Hierarki Wilayah: Penataan Putrajaya sebagai pusat administratif yang fungsional namun tetap mengedepankan aspek sosial dan lingkungan.
Pembagian Tim untuk Efektivitas Belajar
Demi mendapatkan cakupan ilmu yang lebih luas, pada hari yang sama peserta KKL dibagi ke dalam dua kelompok. Saat kelompok pertama mendalami perencanaan kota di PLANMalaysia, kelompok lainnya secara bersamaan melakukan kunjungan ke Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya (MOTAC). Strategi ini dilakukan agar mahasiswa dapat saling bertukar informasi mengenai perspektif yang berbeda—antara tata kota fungsional dan pengembangan destinasi wisata.
Perspektif untuk IKN Nusantara
Wawasan teknis dan filosofis yang diperoleh dari PLANMalaysia dinilai sangat relevan dengan proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Indonesia. Mahasiswa diajak untuk menganalisis bagaimana integrasi antara aspek lingkungan, sosial, dan teknologi dalam perencanaan kota baru dapat menciptakan pusat pemerintahan yang berkelanjutan.
Selain pemahaman materi, kunjungan ini juga menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mengasah soft skills, seperti kemampuan analisis spasial, komunikasi internasional, dan kerja kolaboratif lintas negara. Dengan selesainya kunjungan ini, mahasiswa PTRP diharapkan memiliki bekal yang lebih matang dalam memahami dinamika perencanaan kota administratif dalam konteks global.