Identifikasi Potensi SDA dan Tantangan Infrastruktur, Mahasiswa PTRP Undip Paparkan Profil Wilayah Kecamatan Kemusu

BOYOLALI – Setelah melalui proses survei dan analisis data yang intensif, mahasiswa Program Studi Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan (PTRP) Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro resmi memaparkan Hasil Akhir Studio Profil Wilayah Kecamatan Kemusu pada Senin (24/11/2025) di Kantor Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali.

Pemaparan ini merupakan hasil kristalisasi pembelajaran Studio selama dua tahun, di mana mahasiswa terjun langsung untuk membedah karakteristik fisik, penggunaan lahan, demografi, hingga infrastruktur di salah satu wilayah strategis Kabupaten Boyolali tersebut.

Temuan Lapangan: Dari Sumur Minyak hingga Minyak Kayu Putih

Sesi pemaparan dan diskusi mengungkap fakta-fakta menarik mengenai kekayaan sumber daya alam di Kemusu yang belum teroptimalisasi. Camat Kemusu memberikan apresiasi sekaligus memberikan informasi krusial mengenai temuan terkini di lapangan:

  • Potensi Migas Baru: Teridentifikasi dua titik sumur minyak baru di Desa Kemusu yang saat ini masih dalam tahap kajian lebih lanjut.

  • Minyak Kayu Putih Wonoharjo: Desa Wonoharjo memiliki produksi minyak kayu putih berkualitas tinggi, namun masih menghadapi tantangan besar dalam persaingan pasar dan akses penjualan.

  • Sektor Perikanan: Potensi perikanan tangkap yang kuat di sekitar waduk, serta perikanan budidaya yang berkembang di Desa Wonoharjo berkat debit air yang stabil.

Tantangan Infrastruktur dan Layanan Publik

Selain potensi, mahasiswa PTRP juga memotret berbagai permasalahan ruang yang membutuhkan penanganan segera. Isu ketersediaan air bersih menjadi sorotan utama, di mana desa-desa seperti Bawu, Kedungrejo, Sarimulyo, dan Kemusu masih sangat bergantung pada dropping air bersih akibat minimnya sumber air dangkal maupun dalam.

Dari aspek aksesibilitas, infrastruktur jalan menuju Desa Wonoharjo dinilai perlu peningkatan kualitas untuk mendukung konektivitas. Sementara di sektor kesehatan, luas wilayah Kemusu belum sebanding dengan fasilitas yang ada; tercatat warga dari Desa Kendel, Kedungmulyo, dan Wonoharjo harus menempuh waktu sekitar 40 menit untuk mencapai satu-satunya Puskesmas yang tersedia.

Sinergi Akademisi dan Pemerintah Daerah

Dosen pendamping Studio PTRP menyampaikan bahwa profil wilayah yang disusun mahasiswa ini diharapkan tidak hanya menjadi syarat akademik, tetapi menjadi referensi nyata bagi pemerintah kecamatan dalam merumuskan kebijakan pembangunan.

“Kecamatan Kemusu memiliki modal alam yang besar. Namun, tanpa perencanaan infrastruktur yang terintegrasi dan berkelanjutan, potensi tersebut akan sulit mengangkat kesejahteraan masyarakat secara signifikan,” ungkap perwakilan tim penyusun.

Kegiatan ini ditutup dengan diskusi mengenai arah pengembangan wilayah yang lebih terarah, mencerminkan sinergi yang kuat antara Sekolah Vokasi Undip dan Pemerintah Kabupaten Boyolali dalam mewujudkan perencanaan wilayah yang berbasis data dan fakta lapangan.