Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, dikenal sebagai salah satu wilayah yang rawan terhadap bencana gempa bumi. Kondisi geografis dan riwayat kegempaan di wilayah Klaten menjadikan kesiapsiagaan bencana sebagai kebutuhan penting bagi masyarakat Desa Karangturi, khususnya dalam hal pengetahuan jalur evakuasi dan titik kumpul yang aman saat bencana terjadi.
Sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan tersebut, Najwa Putri Aulia, mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) Program Studi Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Karangturi, menginisiasi program bertema “Peningkatan Navigasi Lalu Lintas untuk Kesiapsiagaan Bencana di Desa Karangturi.” Melalui tema ini, Najwa menyusun program kerja berjudul “Peta Titik Lokasi dan Jalur Evakuasi Bencana Gempa Desa Karangturi” yang selaras dengan keilmuan yang dipelajarinya di bidang perencanaan tata ruang dan pertanahan.

Dalam proses penyusunan peta, Najwa melakukan diskusi intensif bersama pihak desa, termasuk Kepala Desa Karangturi, Pak Sukarmin, serta perangkat desa lainnya. Diskusi ini bertujuan untuk menentukan titik lokasi evakuasi dan jalur evakuasi yang paling aman, mudah diakses, dan sesuai dengan kondisi eksisting permukiman warga Desa Karangturi.
Selain berbasis masukan dari pemerintah desa, penentuan jalur dan titik evakuasi juga mengacu pada Modul Penyusunan Rencana Evakuasi yang diterbitkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2021. Modul tersebut menekankan prinsip-prinsip perencanaan evakuasi yang partisipatif, efektif, menjauhi ancaman, memprioritaskan kelompok rentan dan penyandang disabilitas, mengutamakan penyelamatan diri dan aset penghidupan, serta mendorong kemandirian masyarakat dalam menghadapi bencana.
Berdasarkan hasil diskusi, telaah modul, dan survei lapangan, ditetapkan dua titik evakuasi utama sebagai lokasi berkumpul warga saat terjadi gempa bumi, yaitu Balai Desa Karangturi dan Lapangan Olahraga. Pak Sukarmin menjelaskan “Balai Desa Karangturi ditetapkan sebagai titik kumpul bagi warga RW 1, 2, 3, dan 4. Sementara itu, Lapangan Olahraga diperuntukkan bagi warga RW 5 dan 6 karena jaraknya yang lebih jauh dari balai desa serta dinilai lebih efektif dan aman sebagai ruang terbuka yang dekat dengan permukiman warga. Untuk RW 5 dan 6, lebih efektif jika berkumpul di lapangan karena lokasinya tidak jauh dari rumah warga dan merupakan area terbuka,” ujar Pak Sukarmin. (14/01/2025)
Setelah titik dan jalur evakuasi ditetapkan, Najwa menyusun Peta Titik Lokasi dan Jalur Evakuasi Bencana Gempa Desa Karangturi yang kemudian diserahkan kepada pihak desa. Tidak hanya berhenti pada penyusunan peta, kegiatan ini juga disertai dengan edukasi kepada masyarakat agar warga memahami jalur evakuasi dan mengetahui lokasi titik kumpul yang harus dituju apabila bencana gempa terjadi. Selain edukasi, Najwa dan tim KKN Tim 1 Undip membuat plang rambu titik kumpul di lokasi titik kumpul saat terjadinya bencana.


Melalui program ini, diharapkan peta jalur dan titik evakuasi yang telah disusun dapat menjadi sarana pendukung kesiapsiagaan bencana di Desa Karangturi serta dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pemerintah desa dan masyarakat. Upaya ini menjadi langkah awal dalam membangun desa yang lebih tangguh dan siap menghadapi risiko bencana gempa bumi di masa mendatang.